Senin, 4 Jan 2010
Uji Materi (h. 106):
5. Kalimat tunggal :
a. 5 bulan yang lalu adalah awal dari semua ini
b. Kemudian, matahari menyinari pepohonan
c. Tanggal 10 November adalah hari yang bersejarah
Kalimat majemuk setara :
a. Segala sesuatu telah dipersiapkan dengan baik untuk penyerangan di hari itu tetapi hasil yang diperoleh tidak sesuai harapan
b. Setelah penyerangan itu, bukannya semakin menjauh melainkan relasi antara keduanya semakin akrab
c. Mereka selalu menjalankan segala sesuatu secara bersama-sama dan mereka tidak bisa dipisahkan satu sama lain oleh apapun juga
Senin, 8 Maret 2010
Membuat Pidato
Tema : Hari Pahlawan
Selamat siang dan salam sejahtera bagi kita semua
Yang terhormat ibu Tuti Huriyani selaku guru mata pelajaran bahasa Indonesia dan teman-teman yang saya sayangi
Puji syukur kita ucapkan kehadirat Tuhan yang Maha Esa karena atas anugerahNya kita bisa berkumpul kembali di sekolah kita, khususnya kelas X-1 ini.
Dalam rangka ambil nilai psikomotorik mata pelajaran bahasa Indonesia ini, saya akan mengulas kembali tentang hari pahlawan yang telah berlalu 4 bulan kurang 1 hari lagi.
Hari pahlawan yang diperingati setiap tanggal 10 November merupakan wujud dari penghormatan kita pada pahlawan yang telah berhasil melepaskan Indonesia dari penjajahan. Pada saat itu di tanggal 10 November terjadi perlawanan rakyat Indonesia tepatnya di Surabaya melawan Belanda yang ingin kembali menjajah bangsa kita. Bila kita melihat kembali ke masa lalu para pahlawan dengan gigih memperjuangkan kemerdekaan, di tengah gerimis yang tiada henti dan desingan peluru. Walau ada kegagalan tatapi pada akhirnya kita bisa menikmati hasilnya sampai sejauh ini. Walaupun hari pahlawan telah 4 bulan kurang 1 hari berlalu, kita tidak bisa hanya memperingatinya di tanggal tersebut. Pelajar seperti kita dapat meneruskan jasa pahlawan dengan belajar giat. Tidak mungkin kita belajar giat hanya pada tanggal 10 November, melainkan setiap hari. Dengan belajar giat, kita dapat membangun bangsa ini. Jangan pernah kita melupakan hari-hari perjuangan tersebut dan harus kita ingat selamanya.
Senin, 29 Maret 2010
Wacana persuasif
Setiap orang memiliki naluri untuk melindungi dirinya sendiri. Salah satunya adalah melindungi diri dari tuduhan-tuduhan yang orang lain berikan pada kita. Walaupun tuduhan itu sebenatnya kita lakukan dan benar terjadi. Seperti contoh pada kasus kejahatan. Seseorang yang dituduhkan telah melakukan kejahatan akan membela dirinya di pengadilan bisa melalui pengacara atau tindakan-tindakan hukum seperti naik banding. Itu memang perlu dilakukan kalau tuduhan itu salah. Tetapi jika tuduhan tersebut benar, tindakan-tindakan itu menjadi alat perlindungan bagi dirinya ujntuk menutupi keslahan yang dibuatnya. Itu adalah contoh dalam konteks yang benar.
Dalam kehidupan kita sehari-hari, perlindungan diri untuk menutupi keaslahan bisa dilakukan dengan jalan berbohong. Berbohong bisa dilakukan oleh siapapun dan kepada siapapun. Berbohong pada orang tua tentang alasan pulang malam. Berbohong pada teman kita, pada pacar (mungkin) kalau kita hanya satu-satunya untuk di padahal di belakang kita ada orang lain, pada guru-guru atau orang-orang lain di sekitar kita. Kita harus mulai belajar untuk jujur walaupun sulit.
Senin, 27 April 2010
Menulis Cerpen
Anak itu terus berjalan, tak mempedulikan kakinya yang meminta waktu untuk beristirahat. Pikirannya kalut, hatinya sakit. Tapi ia sudah meneguhkan tekadnya untuk melakukan hal ini. "Keputusan yang terburu-buru", batinnya. Memilih keputusan dalam waktu yang sangat singkat bukan merupakan kebiasaannya. Tetapi sekarang ia langsung memilih pilihan ini dan mengambil resikonnya.
Resiko? Hal itu batu saja terlintas. Tidak pernah terpikir sebelumnya. Anak itu sudah tidak mempedulikan resiko yang akan menimpa dirinya yang akan memperpanjang masalah tak berujung ini. Tak berujung jika ia tetap menyimpan pikiran-pikirannya sendiri dan itulah yang akan ia lakukan. Ia tidak mampu mengutarakannya apalagi hal yang menyangkut temannya sendiri sekalipun kepada orang yang paling disayanginya.
Teringat kembali semua yang telah terjadi semenjak berbulan-bulan yang lalu. Terutama di sini. Sudah lama sekali tidak menginjakan kaki di sini. Aromanya masih tetap sama, suasananya berbeda. Sekarang sudah gelap dan seperti yang dulu seseorang itu katakan padanya. Tak disangkanya ia akan sampai selarut ini. Masa-masa dulu saat semua ini tidak menjadi beban adalah masa-masa yang ia rindukan dan ia inginkan terjadi sampai hari ini. Mencoba membuka diri, tak ada kemarahan, atau kekecewaan, saling berbagi.. Tetapi sekarang mereka mememiliki tempat masing-masing untuk berbagi dan tak ingin sampai satu sama lain tau. Anak itu merasa tempat berbaginya sudah hilang. Dan yang tak ia sangka, yang menghilangkannya adalah orang itu. Yang lebih membuat anak itu kecewa, orang itu sampai sekarang terus berbagi pada banyak orang. Dan orang-orang itu sekarang menjauhinya. Semua ini bermula dari kesalahpahaman! Tapi apa maksudnya menyebarkan itu semua pada orang banyak sehingga ida tersingkir. Apakah ini sengaja dilakukan? Tidak mungkin. Seseorang yang paling ia percayai melakukan hal ini. Ia tidak percaya. Ia menyayangi seseorang itu tetapi berangsur-angsur membencinya. Saat itu ia hanya menyalahkan seseorang itu. Tetapi kemudian dia baru menyadari yang sebenarnya salah adalah dirinya sendiri. Setelah kejadian ini.
Anak itu sampai di tempat yang ia tuju. Seluruh tubuhnya terasa sakit dan tegang. Tapi semua itu tidak sesakit perasaanya. Ia ingin mengatakan hal yang selama ini ia pendam yang menjadi pergumulannya. Tuntaskan saat itu juga. Orang yang ia tunggu belum sampai. Ia memutuskan menunggu di tempat biasa ia menunggu dulu. Orang yang ia sudah duga datang menghampirinya, "Kamu pasti menunggunya. Ia memang belum datang. Tunggu saja di dalam". Awalnya ia menolak tetapi ia tak bisa mengelak lagi. Ia pun menunggu di sama, diselingi obrolan-obrolan ringan. Semakin tegang dan mulai takut. Ia tidak kuat menahan rasa penasarannya dan ingin bertanya. Sebenarnya lancang tapi ia benar-benar ingin tau, "Semuanya ada?", tanyanya. Rasa takut membuncah saat mendengat jawabannya. Walaupun tidak semua tetapi yang paling berpengaruh ada di sana. Ketika itu juga, orang itu muncul. Ia tidak pernah menyangka dapat bertemu secara langsung, apalagi bebicara tentang seseorang itu. Sepanjang percakapan itu, ia menahan sakit dan amarah yang kali ini ia tujukan pada dirinya sendiri. Sindiran-sindiran yang dilontarkan sangat menyakitkan. Kesalahan-kesalahan yang selama ini terus menerus ia lakukan dibeberkan saat itu juga. Ia menghancurkan ketengangan hidup orang lain. Sejak ia muncul, perlawanan sering dilakukan seseorang itu pada orang yang seharusnya tidak boleh ia lawan yaitu orang yang saat itu sedang mengeluarkan sindiran-sindirannya pada anak itu. Ia membawa pengaruh buruk pada seseorang itu. Secara tidak sadar ia menjatuhkannya dan menghapus semua impiannya. Seseorang itu selama ini mencoba bertahan, tetapi anak itu terus menerus mengecewakannya. Pengorbanan yang ia lakukan sangat jauh dengan pengorbanan yang seseorang itu lakukan. Ia adalah orang paling jahat. Ia telah merusak hidup dan menghancurkan harapan orang lain.
Seseorang itu muncul. Anak itu hanya menundukan kepala. Tanpa mengatakan apapun seseorang itu pergi ketika melihatnya. Anak itu menahan air mata di pelupuk matanya. Ia tidak menyangka seseorang itu langsung angkat kaki. Ia tidak mau terlihat lemah. Tak beberapa lama, ia pergi dari tempat itu. Kejadian pada malam itu mengungkap segalanya. Hari-hari setelah itu berjalan lebih buruk. Ia miris dan merasa sangat marah pada dirinya sendiri jika seseorang itu berkata, "maaf.." Berkali-kali, berulang-ulang. Yang salah adalah dirinya. Seseorang itu hanyalah korban. Tak ada alasan merasa bersalah. Ia yang sepenuhnya salah.
Memang dari awal semua orang menentang mereka. Mereka balik menentang dan mempertahankan semuanya. Beginilah jadinya. Andai dari awal kesalahan antara mereka tidak terjadi.. Mereka akan terus berjalan karena air dan minyak tak akan pernah menyatu. "KESALAHAN YANG TAK INGIN DIAKHIRI", batinnya, "AKU BERJANJI UNTUK BERJALAN DALAM KESALAHAN INI SELAMANYA".. Anak itu sadar ia telah mendukakan Yang Kuasa. Kalut dan bingung. Ia telah memilih keputusan yang sepenuhnya salah. Dan semua ini belum berakhir
disalin dari buku tulis bahasa Indonesia
Beatrix Michella
X-1










